Rabu, 20 Maret 2013

Minggu, 17 Maret 2013

CERITA ANAK KAMPUNG. BIDIKAN PENGHARAPAN SURYA DI UFUK BARAT ( PART I )



----Cerita ini terinspirasi dari kehidupan pribadiku yang biasa saja----
Aku terlahir ke dunia dengan keadaan yang kurang beruntung, Aku memiliki kondisi fisik yang berbeda dengan anak-anak lain pada umumnya, keluargaku juga bukanlah keluarga yang berada tapi kalau untuk kebutuhan makan bisalah terpenuhi. Ayahku adalah petani biasa, mamaku hanya ibu rumah tangga yang pada umumnya. Aku anak pertama dari 4 bersaudara, adik-adikku masih remaja saat ini.
Ketika masih kecil dahulu, aku tergolong anak periang tapi pendiam. Aku banyak teman kala itu, namun ada dari mereka yang sering mengolok-olokku karena kondisi fisikku yang berbeda dengan mereka yang umumnya. Dan aku memiliki penyakit yang tidak lazim dan sampai sekarang masih aku derita.
Mamaku adalah sosok yang selalu ada di sampingku, yang selalu memberiku semangat tiada tara. Selalu menasehatiku agar mengabaikan  olokan dan cemoohan orang di sekitarku. Setiap malam sebelum tidur mama selalu menanyaiku tentang kegiatanku di siang hari, seperti tak ingin melepaskan kontrolnya terhadap diriku. Disetiap nasehatnya dan pertanyaan kontrolnya, mama selalu menyelipkan pertanyaan tentang cita-citaku dimasa mendatang nanti. Aku ingat persis dahulu, ia selalu menyebutkan kata PILOT, PROFESSOR dan POLISI. Mungkin itu doa mamaku untukku dalam lisannya. Sebagai sosok anak kecil yang masih ingusan, aku diajari untuk mengaminkan hal-hal yang baik untuk masa depan. Aku tak kan lupa dengan sosok mama yang begitu menyayangiku. Mamaku adalah Sabatku yang terbaik. Kasihnya tak terhinnga.
Di usiaku yang belia, aku menghabiskan waktuku untuk bermain dan bermain bersama teman-teman. Mama dan keluargaku sering membelikanku mainan, paling banyak tembak-tembakan,  pesawat mainan, dan layangan. Mengingat itu semua, aku simpulkan mamaku mengimpikan aku menjadi salah satu dari kata-kata yang sering ia ucapkan dalam katanya sebelum tidurku. Aku enjoy dengan mainan-mainanku. Aku sering bermain dengan sepupuku, Dedi Firmansyah namanya. Bisa dibilang aku masih beruntung darinya. Kita sama-sama kurang mampu namun om tanteku, orang tua Dedi sangat kurang mampu karena mereka memiliki 7 anak kala itu dan mereka masih tinggal dirumah nenekku. Saking tidak mampunya, saudara-saudaranya mengambil anaknya tiap satu oranng satu anak bahkan ada yang sampai dua orang, ya ! mamaku sendiri orangnya. Mamaku merawat 2 orang sepupuku yang kala itu aku belum lahir hingga aku kelas berusia 11 tahun. Sepupuku ini semuanya perempuan. Merekalah yang membantu mamaku merawatku sejak aku kecil. Kak Enni dan kak Sarina terima kasih banyak atas apa yang kakak berikan ke aku. Kakak sarina selalu mengawasi aku dan Dedi saat bermain, ia menjaga kami di dalam rumah dan dilarang keluar rumah dengan alas an di luar ada polisi, ataukah orang mati. Pokoknya ada-ada saja momok yang dikatan agar kita gak berkeliaran di luar rumah. Sementara Kak Enni, adalah pembimbingku saat belajar. Ia mengajariku mengitung dan menghafal huruf-huruf. Aku masih ingat saat itu aku belum bisa melafalkan huruf R. Sering kak Enni mengomeliku saat aku lupa tentang apa yang ia ajarkan padaku, tak jarang aku menangis ketika ia mengomel. Aku sering lari ke tempat tidur ketika dia ngomel dan aku menangis memeluk bantal.
Ayahku, aku memanggilnya iyye. Aku tak tahu persis mengapa aku panggil iyye. Yang jelasnya semua keturunan dari Kakekku, ayah dari ayahku semua memanggil ayahnya dengan kata Iyye, Iyyeku sering merantau untuk membiayai hidup kami. Iyyeku sendiri menanggung 6 orang anggota keluarga saat itu, Aku, mamaku, nenekku, adik kecilku (Muh. Rahmat Fatahilla ), dan juga kedua orang sepupuku ( kak Sarina dan kak Enni ). Aku jarang melihat wajah Iyyeku saat masih kecil. Mama pernah bilang kalo Iyyeku pernah ke Malaysia menjadi TKI. Tapi aku tak begitu tahu ceritanya bagaimana. Hingga akhirnya Iyyeku menetap di tana Sinjai kembali bersama kami lagi. Lama di Sinjai, kondisi ekonomi keluarga makin tipis, maklum cuma mengandalkan panen padi dari lahan yang tak begitu luas. Iyyeku juga tak memiliki pekerjaan sampingan kala itu. Melihat kondisi itu, Iyyeku mencari-cari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, yang pastinya tidak sampai kerja kantoran karena Cuma bermodal ijazah sekolah dasar saja. Dan akhirnya iyye diajak kerabat yang masih keluarga juga untuk transmigran ke salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah tepatnya di Parigi Moutong ( Kala itu masih kabupaten Donggala ). Iyyeku pun menerima dan berangkat ke sana untuk mengubah nasib keluarga.
Tidak berapa lama ia di sana, iyye sering kali dikabarkan terjangkit penyakit malaria. Maklum di sana, Iyyeku bekerja sebagai petani cokelat dan masih dalam tahap pembukaan lahan.  Karena itu Iyyeku pulang ke tanah bugis kembali setelah semua pekerjaanya di sana ia selesaikan. Memang Iyyeku tak membawa hasil yang banyak saat dia pulang, karena ini baru dimulai. Iyyeku pulang dengan kondisi hampir tersisa hanya tulang. Ia begitu kurus dan hitam pekat, tidak sama saat sebelum ia pergi. Kurang dari setahu setelah iyye stay di sinjai, kami diajaknya tinggal di sana. Mamaku setuju, nenekku pun demikian. Dan akhirnya kami sekeluarga berpindah ke Parigi, hanya saja sepupu-sepupuku tidak ikut. Mereka menjaga rumahku di Sinjai.
Keberangkatan kami ke Parigi diiringi isak tangis kedua sepupuku dan juga semua keluarga yang kami tinggalkan. Kulihat mamaku menitikkan air mata, aku juga ikut menangis. Aku tidak tahu kenapa aku sering ikut-ikutan sedih kalau melihat mamaku menitikkan air mata. Aku kasihan melihat sepupuku hanya berdua di rumah, karena kala itu adalah masa-masa labil mereka. Meraka masih umur tahunan, belasan pun mungkin belum cukup. Tapi mereka bisa bernafas lega karena nenek hanya mengantar kami, jadi nenek tidak bakalan lama di Parigi, kurang lebih hanya sebulan. Selamat tinggal kakak.
Banyak sekali kendala selama di perjalanan, adikku sering menangis dan muntah, kami kehabisan bekal di perjalanan yang mana di sana tak ada satupun warung atau kios yang menyediakan makanan karena posisi kita sedang berada di hutan belantara. Hingga kami harus berpuasa selama tiga hari. Sebenarnya aku tidak puasa sih, aku dan adikku tetap makan tapi hanya nenek dan orang tuaku yang tidak makan, agar kami berdua tetap makan. Hampir seminggu kami di perjalanan akhirnya kami sampai di tujuan, di dusun Labuan, Desa Posona, Kec. Ampibabo ( Sekarang Desa Silampayang, Kecamatan Kasimbar ). Suasana yang sangat baru kudapatkan di sana, tepi pantai nan elok dengan butiran pasir yang terhampar tak terjamah tangan jahil menampakkah kenaturalan alam ini. Di sana, keluargakuku masih menumpang dengan kerabat yang mengajak iyyeku ( om ompo/ Ismail Tato) untuk bekerja di sana. Aku mulai betah tinggal berhari-hari di sana. Namun setelah beberapa hari di sana, kami harus pindah ke tempat dimana iyyeku menggarap perkebunan. Saat itu belum ada kendaraan yang memadai untuk menjangkau tempat itu, jadi kami hanya naik gerobak sapi milik om Ompo. Ukurannya kira-kira kurang lebih 4 m2 . sedangkan jumlah angkutan yang dimuat melebihi kapasitas yang ada. Mau tidak mau harus berdesakan dengan barang barang dibawah terik matahari selama 1 jam. Jarak kira-kira untuk sampai ke dusun itu sekitar 5 km dengan jalan yang masih belum beraspal, seperti jalan-jalan di kampung/pedalaman pada umumnya. Aku merasa risih pada saat itu karena terasa sempit sekali. Lama juga satu jam itu, hingga aku jenuh dengan keadaan itu. Aku hanya mendengarkan pembicaraan orang-orang di gerobak untuk menghilangkan kejenuhanku sambil menebak-nebak tempat pemberhentian gerobak nantinya. Alamak, jalan berkelok, berkali-kali naik turun bukit, berkali pun melintasi jembatan yang hampir semuanya jembatan rusak. Hanya ada satu jembatan yang tidak rusak namun terlalu sempit, panjang dan sangat menakutkan bagiku tepatnya di perbatasan antara dusun banpres dan despot hingga gerobak harus melintasi sungai untuk menyebrang ke dusun Despot, yah dusun yang akan menjadi tempat hunian baruku. Setelah melintasi sungai itu, aku melirik ke samping kiriku dan melihat sebuah bangunan tak berpenghuni namun bersih dan penuh hiasan, dan ternyata itu bangunan rumah ibadah agama Nasrani, Gereja Manunggal namanya.
Upzt, dapat hutan lagi. Kira-kira 700 meter dari situ baru terlihat perkampungan nan asri. Mataku terbelalak melihat perkampungan yang penuhi janur  kuning di beberapa halaman rumah, yah kan barusan agama Hindu merayakan salah satu hari rayanya. Pengalaman pertama bagiku melihat keberagaman yang seperti ini. tak seperti di kampungku yang lama hanya ada suku bugis dan agama Islam saja. Namun aku akan sangat merindukan kampung halamanku. Dari semua itu, aku mulai tak jenuh lagi. Aku sangat takjub dengan dusun baruku ini. masih tetap menebak di mana dan bagaimana aku akan tinggal nantinya. Berjarak kuran lebih 2 kilometer dari perkampungan itu akhirnya kami harus melintasi 1 jembatan lagi. Dan jembatan yang kali ini sangat parah, kayunya sudah lapuk dan sangat tak layak pakai lagi. Aku merasa ketakutan dan memeluk nenekku. Dengan perlahan sapi memijakkan kakinya di kayu yang terlihat lapuk dengan perlahan seraya aku memejamkan mata karena takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi untunglah, kayu yang dipijak itu masih hampir lapuk sehingga tidak terjadi apa-apa lagi. Aduh, pendaikian dan lagi-lagi hutan lagi. Jalannya becek, maklum masih basah dari hujan semalam. Tak jauh dari situ, terlihat bangunan mungil berlantai 1 dengan sentuhan western namun terbuat dari kayu, jendelanya menyerupai jeruji benteng peninggalan belanda, ada tegel imitasi yang terbuat dari plastik menempel di dindingnya, ada dua tiang sebesar tiang kelapa di bagian depan, ada pula teras ( Lego-lego dalam bahasa bugis Sinjai ) serta sebuah tangga yang berada di tepi dekat salah satu tiang silender besar itu. Omku bilang kalau rumah itu adalah tempat keluarga kami akan tinggal. Rumah itu adalah milik ipar dari om Ompo, Tante Sani namanya. Ia tak tinggal di rumahnya ini karena ia dan keluarganya menetap di Ibu Kota Sulawesi Tengah. Jadi kami tinggal di rumah itu dan menggarap kebun milik Tante Sani dengan ketentuan bagi hasil. Aku cukup senang dengan keadaan yang ada, namun aku juga merasa kurang asyik, karena tempat itu adalah ujung perkampungan dan merupakan rumah terakhir menurutku. Tak ada satu rumah pun di dekat rumah mungil tempat aku tinggal. Suasana yang dulu ada saat aku di Sinjai dulu berbalik 360 derajat, dari semua ada bagi ukuran keluargaku menjadi sama sekali tak ada. Tanpa Dedi, Kakak Sari, Kak Enni, sepupu-sepuku, Teman-teman,Tante-tanteku dan Nenekku yang ada di kampung. Ugh…. Sepi rasanya…..!!!! Dan aku tak bisa apa-apa disini.
Kehidupanku yang dulu sudah berubah dengan yang dulu, dulu aku anak rumahan dengan pengawasan yang ekstra, sekarang aku sudah jadi anak kebun yang setiap harinya ikut Iyye dan mama ke kebun. Namun biasa juga aku hanya di rumah, menjaga adikku menggantikan posisi kak Enni dan kak Sarina yang dulu merawat kami berdua selama kami masih di Sinjai. Kadang aku jengkel dengan adikku yang rewel. Saat itu aku masih berusia 4 tahun dan adikku masih 2 tahunan. Aku sering mencubit dan memukul adikku ketika aku sudah bosan menjaganya. Pernah aku didapati mamaku menyakiti adikku, dan mama menghukumku dengan cubitannya yang waw extra sakit bagiku. Sakit sekali rasanya, kalau saya diperlakukan seperti itu seperti ingin kembali ke Sinjai lagi. Di Sinjai aku tidak pernah diperlakukan seperti ini. Namanya juga anak-anak belum tau apa-apa.
Berbulan-bulan di Despot, aku telah larut dalam kesepian sehingga semua itu tak lagi menjadi sebuah hal yang luar biasa menekan dalam hidupku, aku sudah enjoy dengan semua yang ada saat ini. aku sudah sering diajak mama untuk pergi menonton pagelaran di dekat pura di dusunku. Disana banyak sekali pertunjukan-pertunjukan menarik, beraneka tarian daerah, lagu daerah dan masih banyak lagi pertujukan lainnya. Yang ditampilkan pada saat pertunjukan itu adalah pertunjukan daerah Bali dan Jawa, karena penganut agama hindu di dusunku didominasi oleh suku-suku dari daerah tersebut. Setelah dari situ aku sering mempraktekkan gerakan-gerakan tarian yang pernah dilakonkan. Aku mulai mampu berfikir sederhana bahwa Indonesia ini luas, bukan hanya dihuni oleh suku bugis dan agama islam saja. Dan aku mulai mengenal berbagai macam kebudayaan yang membuatku cinta akan negeriku yang permai ini.
Mama juga sering mengajak aku turun ke Labuan mengunjungi keluarga yang tinggal di dusun itu. Ternyata banyak sekali sepupu-sepupu mamaku yang bermukim di sana, ada banyak sepupu dua kaliku yang membuatku sepeti di Sinjai lagi. Namun aku hanya bisa menghabiskan waktu bersama mereka sekitar 2- 3 hari, karena masih banyak pekerjaan di rumah yang harus diselesaikan oleh mamaku. Saat akan meninggalkan mereka, sangat sedih rasanya. Karena aku harus bergelut lagi dengan kesunyian pelosok dusun.
Setiap malam aku selalu melantunkan lagu daerahku walau itu hanya merupakan potongan-potongan dari bait-bait lagu yang diajarkan oleh mamaku. Ingat kampung halaman lagi dan lagi rasanya. Laguku di iringi alunan malam jangkrik yang bersimfoni dan teriakan mesin traktor penjinjing kayu bantalan. Hanya itu setiap malam yang menyapa pendengaranku. 







BERSAMBUNG....

Sabtu, 16 Maret 2013

Morse Pramuka



Kode Morse atau 'Sandi Morse' adalah sistem representasi huruf, angka, tanda baca dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun mewakili karakter tertentu[1] pada alfabet atau sinyal (pertanda) tertentu yang disepakati penggunaannya di seluruh dunia. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.


Perkembangan
Awal penggunaan

Kode morse pertama kali digunakan secara luas setelah teknologi radio dan telegrafi berkembang pesat di akhir abad ke-19. Pada awal-awal penggunaannya kode morse dipakai untuk pengiriman pesan antara dua tempat yang terpisah jauh dengan menggunakan teknologi radio CW (constant wave) atau gelombang tetap sebelum ditemukannya komunikasi radio dengan suara. Hal ini dikarenakan radio pada masa awalnya masih pada penggunaan gelombang rendah, yang tidak mampu mengirimkan gelombang suara, namun dapat mengirimkan bunyi sederhana seperti bunyi panjang-pendek dari kode morse.

Kode morse tidak lagi dipergunakan sebagai modul komunikasi resmi Angkatan Laut internasional pada tahun 1997 dan diganti dengan sistem GMDSS yang menggunakan satelit, bukannya gelombang radio, namun sampai saat ini kode morse masih aktif digunakan dalam komunikasi jarak jauh antar kapal laut atau menara darat internasional.
Penggunaan sipil



Tombol transmisi morse tipe satu tombol. Model ini umum digunakan sejak Perang Dunia ke-2. Kini model varian dua tombol (masing-masing untuk titik dan garis) lebih umum digunakan dalam pengiriman kode morse.

Pada masa awal perkembangannya hingga pertengahan abad ke-20, kode morse yang dikirim melalui telegraf adalah media komunikasi yang jangkauannya terluas dan tercepat, dan menjadi sarana utama pengiriman berita di kantor-kantor pos di seluruh dunia hingga saat telepon menjadi populer di masyarakat. Namun hingga saat ini, radio amatir (radio non pemerintah, komersial maupun militer), termasuk ORARI Indonesia masih aktif menggunakan kode morse baik untuk berkomunikasi maupun berpartisipasi dalam kontes[2].

Kode morse juga masih dicantumkan dalam pedoman radiotelepon Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), walaupun hanya digunakan dalam keadaan tertentu saja. Pelayaran sipil juga masih menggunakan kode morse untuk komunikasi jarak jauh.

Sinyal yang paling umum disepakati dan digunakan dalam Kode Morse adalah sinyal "SOS" (... --- ...), yaitu kode yang digunakan sebagai tanda adanya bahaya yang telah disepakati oleh berbagai perjanjian maritim internasional, dan di beberapa negara dan wilayah menggunakan tanda ini di luar situasi gawat darurat dapat berakibat kepada ancaman hukuman. Kapal yang berada dalam bahaya dapat mengirimkan tanda ini sebagai sinyal darurat, baik dalam bentuk sinyal radio, lampu tanda, peluit atau bendera.







Kode morse dalam kepramukaan

Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.

Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..

Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.
Alfabet dalam kode morse

A • –
B – • • •
C – • – •
D – • •
E •
F • • – •
G – – •
H • • • •
I • •
J • – – –
K – • –
L • – • •
M – –
N – •
O – – –
P • – – •
Q – – • –
R • – •
S • • •
T –
U • • –
V • • • –
W • – –
X – • • –
Y – • – –
Z – – • •

Tanda Baca :
. • – • – • –
, – – • • – –
: – – – • • •
- – • • • • –
/ – • • – •

Angka :

1 • – – – –
2 • • – – –
3 • • • – –
4 • • • • –
5 • • • • •
6 – • • • •
7 – – • • •
8 – – – • •
9 – – – – •
0 – – – – –
Metode memorisasi

Beberapa metode umum digunakan untuk memudahkan penghafalan kode ini, baik visual, auditori dan metode lain yang masih terus berkembang.
Metode Koch

Metode Koch adalah metode pembelajaran pengiriman kode morse dengan sistem gradual. Latihan dengan metode Koch dimulai dengan menggunakan dua huruf yang diulang terus menerus[3] (umumnya E dan T untuk alasan pembiasaan dengan interval). Setelah seseorang menguasai dua huruf ini dan dapat membaca maupun mengirimkannya dengan cepat, maka satu huruf ditambahkan, dan seterusnya hingga seseorang yang mempelajari kode morse dapat menguasai pembacaan maupun pengiriman kode melalui pembiasaan.
Metode substitusi

Metode ini umum digunakan di kepramukaan Indonesia, yaitu dengan membuat padanan kata yang berawal dari alfabet latin, dan setiap O mewakili garis ( - ), dan setiap huruf vokal lain mewakili titik (.)
A : Ano . -
B : Bonaparte - . . .
C : Coba - coba - . – .
D : Dominan - . .
E : Egg .
F : Father Joe . . – .
G : Golongan - – .
H : Himalaya . . . .
I : Islam . .
J : Jago loro . – - -
K : Komando - . -
L : Lemonade . – . .
M : Motor - -
N : Notes - .
O : Omoto - – -
P : Pertolongan . – - .
Q : Qomokaro - – . -
R : Rasove . – .
S : Sahara . . .
T : Ton -
U : U'nesco . . -
V : Versikaro . . . -
W : Winoto . – -
X : Xosendero - . . -
Y : Yosimoto - . – -
Z : Zoroaster - –









Pengelompokan

Metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..

Alfabet dengan kode morse yang berkebalikan
Alfabet Morse Alfabet Morse
E . T -
I .. M --
S ... O ---
H .... KH ----

Alfabet Morse Alfabet Morse
K -.- R .-.
X -..- P .--.


Alphabet dengan kode morse yang berlawanan
Alfabet Morse Alfabet Morse
A .- N -.
U ..- D -..
V ...- B -...

Alfabet Morse Alfabet Morse
W .-- G --.
F ..-. L .-..
Y -.-- Q --.-


Tidak memiliki pasangan
Alfabet Morse
C -.-.
J .---
Z --..


Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ E = . T = _ R = ._. F = .._. I = .. M = _ _ K = _._ L = ._.. S = ... O = _ _ _ W = ._ _ Q = _ _._ H = .... KH = _ _ _ _ G = _ _. Y = _._ _
A = ._ N = _. C = _._. X = _.._ U = .._ D = _.. J = ._ _ _ P =._ _. V = ..._ B = _... Z = _ _ ..

Perkembangan

Beberapa metode lain masih dikembangkan untuk mempermudah penghafalan kode morse, seperti tabel morse, podcast online, dan "lagu morse" yang mempermudah pendangkapan dengan pendengaran.

di asrama bidik misi



Jumat, 15 Maret 2013

Unsur Transisi_Bahrul Fajrih






KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha ESA karena hanya rahmat dan hidayahnyalah kepada kita semua sehingga mampu menyelesaikan makalah ini dan maha agung Tuhan yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya dengan penuh keindahan. Di balik keindahan itu sesunguhnya terdapat rahasia alam yang dapat disingkapkan dengan ilmu pengetahuan, bugitu pun dengan unsur-unsur kimia. Saat ini, unsur-unsur kimia yang terdapat di alam sudah berjumlah sekitar 114 unsur.                                                    
Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan keasaman sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat di kelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam dan gas mulia. Dalam kehidupan sehari-hari, unsur unsur kimia banyak membantu kita dalam melaksanakan kegiatan. Sulit dibayankan jika kita hidup tampa adanya unsur kimia karena semua benda yang ada di alam ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau paduan logamnya.Tak bisa dipungkiri, selain memberikan manfaat, beberapa unsur kimia memberikan dampak negative terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari unsur-unsur kimia beserta cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang dimiliki unsur-unsur trsebut.                      
Di dunia ini tak ada yang abadi kecuali perubahan, demikian pepatah bunyi modern, hal ini menyiratkan bahwa dalam kehidupan modern saat ini segala hal dituntut mengalami perbaikan. Begitu pun dengan makalah kami belum mencipai kesempurnaan sehingga  membutuhkan perbaikan. Untuk itulah,atas saran, kritikan, dan masukan kami ucapkan terima kasih.


                                                                                                                        Penulis

                                                                                                                      Kelompok 4














ABSTRAK

Pada pengajaran kimia unsur di sekolah menengah atas (SMA) disebutkan bahwa salah satu yang membedakan unsur-unsur logam transisi dengan logam alkali adalah dapatnya unsur-unsur logam transisi membentuk senyawa kompleks dan tidak dapatnya unsur-unsur logam alkali membentuk senyawa kompleks. Pendapat tersebut adalah tidak benar. Sebetulnya senyawa kompleks dari logam alkali telah berhasil dibuat sejak tahun 1840, yaitu dengan berhasil disintesisnya senyawa kompleks salisilaldehidatosalisilaldehidanatrium(I).
Sampai dengan tahun 1970 dapat dianggap sintesis senyawa kompleks dari logam alkali dilakukan secara tidak sistematis. Sintesis secara sistematik baru dilakukan mulai tahun 1985. Dari sintesis ini diperoleh banyak senyawa kompleks yang umumnya bersifat tidak stabil. Salah satu senyawa kompleks yang stabil adalah [K(phen)2(H2O)]2.4H2O.
Dapatnya senyawa kompleks dari logam alkali disintesis menyebabkan perlunya revisi pendapat di atas. Revisi pendapat tersebut merupakan tugas dari Himpunan Kimia Indonesia, khususnya para pakar dalam kimia koordinasi yang ada di himpunan tersebut.

 


















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ..………………………………………………………         i
KATA PENGANTAR………………………………………………………..         ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….         iii
BAB I  PEMBAHASAN.....…………………………………………………          1
A.    Sifat-sifat alkali dan alkali tanah………………………………….         1
B.     Reaksi alkali dan alkali tanah…………………………………….          8
C.     Sifat dan kegunaan alkali dan alkali tanah……………………….          17
D.    Senyawa alkali dan alkali tanah………………………………….          28
BAB II  PENUTUP...................……………………………………………….       39
A.    Kesimpulan.........................…………..........…………………….          39
B.     Saran...........................…………………………………………….        39



















BAB I
PEMBAHASAN

A.    SIFAT ALKALI DAN ALKALI TANAH

1.      Sifat-sifat umum alkali dan alkali tanah
Adapun sifat-sifat umum dari logam alkali yaitu:

Adapun sifat-sifat umum dari logam alkali tanah yaitu:


Sifat Umum
Be
Mg
Ca
Sr
Ba
Ra
Nomor atom
4
12
20
38
56
88
Konfigurasi electron
[He] 2s2
[Ne] 3s2
[Ar] 4s2
[Kr] 5s2
[Xe] 6s2
[Rn] 7s2
Titik leleh
1553
923
1111
1041
727
700
Titik didih
3043
1383
1713
1653
1897
1140
Jari-jari atom (Angstrom)
1.12
1.60
1.97
2.15
2.17
-
Jari-jari ion (Angstrom)
0.31
0.65
0.99
1.13
1.96
1.52
Energi Ionisasi I (KJ mol-1)
900
740
590
550
503
509
Energi Ionisasi II (KJ mol-1)
1800
1450
1150
1060
965
975
Energi Ionisasi III (KJ mol-1)
14848
7733
4912
4210
3430

Kekerasan (skala Mohs)
5
2
1.5
1.8
2

Warna nyala
Tidak ada
Tidak ada
Jingga merah
merah
Hijau pucat
Merah karmin
Elektronegativitas
1.57
1.31
1.00
0.95
0.89
0.9
Potensial reduksi standar
M2+ + 2e- à M
-1.85
-2.37
-2.87
-2.89
-2.91
-2.82
Massa jenis (g.ml-1)
1.86
1.75
1.55
2.6
3.62
5.5
Sifat umum logam Alkali Tanah
a)      berwujud padat Konfigurasi elektronnya menunjukan bahwa logam alkali tanah mempunyai elektron valensi ns2. Selain jari-jari atomnya yang lebih kecil dibandingkan logam alkali, kedua elektron valensinya yang telah berpasangan mengakibatkan energi ionisasi logam alkali tanah lebih tinggi daripada alkali.
b)      Meskipun energi ionisasinya tinggi, tetapi karena energi hidrasi dari ion M2+ dari alkali tanah lebih besar daripada energi hidrasi ion M+ dari alkali, mengakibatkan logam alkali tetap mudah melepaskan kedua elektron valensinya, sehingga lebih stabil sebagai ion M2+.
c)      Jari-jari atomnya yang lebih kecil dan muatan intinya yang lebih besar mengakibatkan logam alkali tanah membentuk kristal dengan susunan yang lebih rapat, sehingga mempunyai sifat yang lebih keras daripada logam alkali dan massa jenisnya lebih tinggi.
d)     Berilium mempunyai energi ionisasi yang sangat tinggi dan keelektronegatifan yang cukup besar, kedua hal ini menyebabkan berilium dalam berikatan cenderung membentuk ikatan kovalen.
e)      Potensial elektrode standar logam alkali tanah menunjukkan harga yang rendah (negatif). Hal ini menunjukkan bahwa logam alkali tanah merupakan reduktor yang cukup kuat, bahkan kalsium, stronsium, dan barium mempunyai daya reduksi yang lebih kuat daripada natrium.
f)       Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih tinggi daripada suhu ruangan. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah pada suhu ruangan.
Berbeda dengan golongan IA, senyawa dari logam golongan IIA banyak yang sukar larut dalam air. Unsur-unsur golongan IIA umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak larut. Oleh karena itu, unsur-unsur golongan IIA disebut logam alkali tanah. Berdasarkan Sifat fisik alkali tanah dari berilium ke barium(atas ke bawah), kereaktifan logam alkali tanah meningkat,hal itu sesuai dengan yang diharapkan bahwa dari berilium ke barium jari-jari atom meningkat secara beraturan.
Pertambahan jari-jari menyebabkan penurunan energi ionisasi dan keelektronegatifan, akibatnya kecenderungan untuk melepas electron, membentuk senyawa ion semakin besar. Semua senyawa dari kalsium, stronsium, dan barium yaitu senyawa alkali tanah bagian bawah berbentuk senyawa ion, sedangkan senyawa-senyawa berilium dan magnesium bersifat kovalen.
Hal itu disebabkan unsur Berilium dan magnesium mempunyai energi ionisasi yang sangat tinggi dan keelektronegatifan yang cukup besar, kedua hal ini menyebabkan berilium dan magnesium dalam berikatan cenderung membentuk ikatan kovalen. Potensial standar reduksi (E°red) menurun dalam satu golongan (dari berilium ke barium).
Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan reduktor meningkat dalam satu golongan dari Berilium sampai Barium. Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih tinggi daripada suhu ruangan. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah berwujud padat pada suhu ruangan. Titik leleh dan titik didih cenderung menurun dari atas ke bawah. Jari-jari atomnya yang lebih kecil dan muatan intinya yang lebih besar mengakibatkan logam alkali tanah membentuk kristal dengan susunan yang lebih rapat, sehingga mempunyai sifat yang lebih keras daripada logam alkali dan massa jenisnya lebih tinggi.
Sifat-sifat fisis seperti titik leleh, rapatan, dan kekerasan logam alkali tanah lebih besar jika dibandingkan dengan logam alkali seperiode. Hal itu disebabkan logam alkali tanah mempunyai 2 elektron valensi sehingga ikatan logamnya lebih kuat. Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari berilium ke barium. Fakta ini sesuai dengan yang diharapkan. Karena dari berilium ke barium jari-jari atom bertambah besar, energi ionisasi serta keelektonegatifan berkurang. Akibatnya, kecenderungan untuk  melepas elektron membentuk senyawa ion makin besar. Tetapi logam alkali tanah kurang reaktif dari logam alkali seperiode
Berilium adalah satu-satunya unsur alkali tanah yang kurang reaktif, bahkan tidak bereaksi dengan air. Logam alkali tanah bersifat pereduksi kuat. Semakin ke bawah, sifat pereduksi ini semakin kuat. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang semakin meningkat dari Berilium ke Barium. Selain dengan air unsur logam alkali tanah juga bisa bereaksi dengan Oksigen, Nitrogen, dan Halogen.
2. sifat fisis dan kimia
Unsur-unsur alkali tanah kecuali berilium (Be) semua merupakan logam putih keperakan dan lebih keras dari alkali.
Sifat-Sifat Fisika Logam-logajm Alkali Tanah
(Tak Termasuk Radium)
Pada tabel di atas terlihat dengan naiknya nomor atom, jari-jari atom bertambah panjang yang berakibat semakin lemahnya gaya tarik antaratom. Hal ini menyebabkan makin menurunnya titik leleh dan titik didih. Logam alkali tanah memiliki 2 elektron valensi sehingga ikatan logamnya lebih kuat daripada ikatan logam pada alkali seperiode. Hal ini menyebabkan titik leleh, titik didih, kerapatan, dan kekerasan alkali tanah lebih besar daripada logam alkali seperiode.
Alkali tanah merupakan golongan logam yang reaktif meskipun tidak sereaktif alkali. Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dengan semakin meningkatnya jari-jari atom. Alkali tanah dapat bereaksi dengan hampir semua unsur nonlogam dengan ikatan ion (kecuali berilium yang membentuk ikatan kovalen). Beberapa reaksi alkali tanah dengan senyawa atau unsur lain adalah sebagai berikut.
3. golongan alkali dan alkali tanah
a. golongan alkali
·         Sifat Periodik :
- Sulit mengalami reduksi dan mudah mengalami oksidasi
- Termasuk zat pereduksi kuat (memiliki 1 buah elektron)
Li nomor & jari-jari atom >
Na energi ionisasi <
K titik leleh <
Rb titik didih <
Cs
·         Sifat Fisik :
        Semua unsur berwujud padat pada suhu ruangan. Khusus Sesium (Cs) berwujud cair pada suhu di atas 28°
        Unsur Li, Na, K sangat ringan
        Memiliki warna yang jelas dan khas , seperti :
 Litium (Li)  merah
 Natrium (Na)  kuning
 Kalium (K)  ungu
 Rubidium (Rb)  merah
 Sesium (Cs)  biru
·         Sifat Kimia :
– Sangat reaktif
- Dapat membentuk senyawa basa kuat


- Mudah larut dalam air (kelarutannya semakin ke bawah semakin besar)
·         Sifat Logam dan Sifat Basa :
- Dapat bereaksi dengan air membentuk senyawa basa kuat LOH.
- Semakin ke bawah sifatnya semakin kuat
b. golongan alkali tanah
·         Sifat periodik :
- mudah mengalami oksidasi
- termasuk zat pereduksi kuat ( memiliki 2 buah elektron,
- sehingga tidak sekuat golongan alkali)
Be nomor atom dan jari-jari atom >
Mg energi ionisasi <
Ca
Sr
Ba
·         sifat fisik
- Semua unsurnya berwujud padat pd suhu ruangan
- Kerapatan logam alkali tanah lebih besar, shg logam alkali Tanah lebih keras. Jika garam dari unsur-unsur logam di bakar, akan memberi warna keras, seperti:
Ø  Kalsium (Ca) : jingga, merah
Ø  Stronsium (Sr) : Merah bata
Ø  Barium (Br) : Hijau
·         Sifat kimia :
- Mudah bereaksi dengan unsur non logam
- Bersifat reaktif
·         Sifat logam dan sifat basa alkali tanah :
- Semakin kebawah sifat logam dan sifat basa semakin kuat
·   Kelarutan dalam air:

Ion

OH-

SO42-

CO32-

C2O42-

CrO42-

Mg2+

Putih tebal

-

Putih

-

-

Ca2+

Putih tipis

Putih tipis

Putih

Putih tipis

-

Sr2+

-

Putih

Putih tebal

Putih

Putih tipis

Ba2+

-

Putih tebal

Putih tabal

Putih tebal

Putih tebal
·   Kegunaan:

NaCl

Untuk garam dapur

NaOH (soda kaustik)

Untuk bahan utama industri sabun, kertas,d an tekstil

Na2CO3 (soda abu)

Untuk pelunak kesadahan air, pembersih peralatan rumah tangga

NaHCO3 (soda kue)

Untuk pengembang roti dan minuman bersoda (CO2)

NaNO3

Untuk pupuk

Na2SO4 (garam glauber)

Untuk obat cuci perut/pencahar

NaOCl

Untuk zat penggelantang

Na2S2O3

Untuk laruan pencuci (‘hipo’) pada fotografi

Na-benzoat

Untuk pengawet makanan dalam kaleng.

Na-sitrat

Untuk zat anti beku darah

Na-glutamat

Unutk penyedap masakan (vetsin)

KOH

Untuk bahan pembuat sabun mandi

KNO3

Untuk bahan pembuat mesiu, bahan pembua HNO3

K-Sitrat

Untuk obat diuretik dan saluran kemih

K2O2

Untuk cadangan oksigen dalam pertambangan atau kapal selam

KClO3

Untuk bahan pembuat korek api, mercon, bahan peledak

Mg(OH)2

Untuk antasida (obat maag)

MgSO4 (garam inggris/garam Epsom)

Untuk obat pencahar

MgCO3

Untuk bahan cat/campuran asbes, untuk melapisi pipa-pipa panas

CaSO4

Untuk bahan semen

CaSO4.2H2O

Untuk gips

CaCO3

Untuk pabrik baja, bahan bangunan

CaC2

Untuk bahan pembuat gas asetilena/karbit/etuna

CaOCl2

Untuk kapor klor

Ca(H2PO4)2

Disebut TSP atau pupuk super phosphat

BaCl2

Untuk bahan penyamak kulit

BaCO3

Untuk racun tikus

BaSO4

Untuk pembuatan foto sinar X pada perut

B. REAKSI ALKALI DAN ALKALI TANAH

1. Reaksi secara umum Keterangan
2M(s) + O2(g) à 2MO(s) Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan
M(s) + O2(g) à MO2 (s) Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi, Be, Mg, dan Ca, tidak terjadi
M(s) + X2(g) à MX2 (s) X: F, Cl, Br, dan I
M(s) + S(s) à MS (s)
M(s) + 2H2O (l) à M(OH)2 (aq) + H2 (g) Be tidak dapat, Mg perlu pemanasan
3M(s) + N2 (g) à M3N2 (s) Reaksi berlangsung pada suhu tinggi, Be tidak dapat berlangsung
M(s) + 2H+(aq) à M2+(aq) + H2 (g) Reaksi cepat berlangsung
M(s) + H2 (g) à MH2 (s) Perlu pemanasan, Be dan Mg tidak dapat berlangsung
2. Reaksi alkali
a) Dengan oksigen
Logam alkali juga bereaksi dengan oksigen membentuk oksida ( bilangan oksigen = -2), peroksida (bilangan oksigen = -1), atau superoksida (bilangan oksida =-1/2). Dari Li sampai Cs, kecenderungan logam alkali untuk menghasilkan senyawa peroksida atau superoksida semakin besar karena sifat logamnya semakin reaktif. Untuk menghasilkan oksida logam alkali, jumlah oksigen harus dibatasi dan digunakan suhu yang rendah (di bawah 180oC).
4L   +  O2  –>   2L2O
Untuk menghasilkan peroksida, selain jumlah okseigen yang dibatasi juga harus disertai pemanasan. Jika oksigennya berlebih maka akan terbentuk superoksida.
2L(s)   +   O2   –>   L2O2(s)
L(s)     +   O2?    LO2
Membentuk oksida 
4M + O2  2M2O
2L + O2  2LO
(Be dan Mg harus dipanaskan)
Membentuk peroksida
2M + O2  M2O2 (dipanaskan dengan udara)
L + O2  LO2
(Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi, CaO2 sulit)    
Contoh :
4Na + O2  2 Na2O
2Ca + O2  2 CaO
2Mg + O2  2 MgO
(dipanaskan)
2K + O2  K2O2 Ba + O2  BaO2
b) Dengan Halogen (X2)
Unsur halogen bersifat sebagai pengoksidasi. Reaksi ini menghasilkan garam halida
2L(s)   +  X2 –>  2LX
 Membentuk halida
2M + X2  2MX L + X2 LX2
Contoh
2Na + Cl2  2NaCl Ca + F2  CaF2
c) Dengan Belerang
Membentuk sulfida
2M + X2  2MX L + X2  LX2
Contoh
2Na + S  Na2S Mg + S  MgS
d) Dengan Air
Air tereduksi menjadi H2 dan hasil lainnya adalah basa
M + H2O  H2 + MOH L + H2O  H2 + L (OH)2
Contoh
2Na + H2O  H2 + NaOH
Ca + H2O  H2 + Ca (OH)2
Logam alkali bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen dan logam hidroksida. Litium (Li) sedikit bereaksi dan sangat lambat, sodium (Na) jauh lebih cepat, kalium (K) terbakar, sedangkan rubidium (Rb) dan cesium (Cs) menimbulkan ledakan. Reaksi antara logam dan air adalah sebaga berikut:
2M + 2H2O  –>   2MOH + H2
e) Dengan Hidrogen
Reaksi yang berlangsung akan menghasilkan senyawa hidrida. Senyawa hidrida adalah senyawa yang mengandung atom hidrogen dengan bilangan oksidasi negatif.                                                                                                                                                       2L(s)      + H2(g)    –>     2LH(s)
Membentuk hidrida, bilangan oksida H = -1
2M + H2  2MH L + H2  LH2
Contoh
2K + H2  2KH Mg + H2  MgH2
f) Dengan Nitrogen
Membentuk nitrida
6M + N2  2M3N (hanya Li yang bisa)
3L + N2  L3N2 (dengan pemanasan)
Contoh
6Li + N2  2Li3N 3 Mg + N2  Mg3N2
g) Dengan Asam
Larut dengan cepat menghasilkan gas.
M + 2H+  M+ + H2 L + 2H+  L2+ + H2
Contoh
2K + 2HCl  2 KCl + H2
Mg + 2HCl  MgCl2 + H2
g)      Reaksi Nyala
Salah satu ciri khas dari logam alkali adalah memiliki sprektum emisi. Sprektum ini dihasilkan bila larutan garamnya dipanaskan dalam nyala Bunsen, atau dengan mengalirkan muatan listrik pada uapnya. Ketika atom diberi energi (dipanaskan) elektronnya akan tereksitasi ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika energi itu dihentikan, maka elektronnya akan kembali lagi ke tingkat dasar sehingga memancarkan energi radiasi elektromagnetik.  Menurut Neils Bohr, besarnya energi yang dipancarkan oleh setiap atom jumlahnya tertentu (terkuantitas) dalam bentuk spektrum emisi. Sebagian anggota spektrum terletak di daerah sinar tampak sehingga akan memberikan warna-warna yang jelas dan khas untuk setiap atom.
Pada pemanasan/pembakaran senyawa alkali pada nyala api menyebabkan unsur alkali tereksitasi dengan memancarkan radiasi elektromagnetik sehingga memberikan warna nyala berilium (putih), magnesium (putih), kalsium (jingga merah), stronsium (merah), dan barium (hijau).
Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat memancarkan spektrum warna khas. Stronsium berwarna krimson, barium hijau-kuning, dan magnesium putih terang.
Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya sangat terang.
                                                  Nyala logam alkali tanah                            
Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka warna, sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api.

Alkali

Nyala

Alkali tanah

Nyala

Li

Merah

Be

Putih

Na

Kuning

Mg

Putih

K

Ungu

Ca

Jingga

Rb

Merah

Sr

Merah

Cs

Biru

Ba

Hijau
3.Reaksi alkali tanah
·   Berilium
Berilium tidak bereaksi dengan air atau uap air meskipun dalam suhu tinggi.
·   Magnesium
Magnesium bereaksi dengan uap air menghasilkan magnesium oksida dan hidrogen.
Mg + H2O → MgO + H2
Magnesium murni memiliki kemampuan bereaksi yang kecil terhadap air dingin. Reaksi di atas lekas terhenti karena terbentuknya magnesium hidroksida yang tidak larut dalam air dan membentuk rintangan bagi magnesium untuk bereaksi lebih lanjut.
Mg + 2H2O → Mg(OH)2 + H2
Sebagai catatan, jika logam bereaksi dengan uap air, terbentuk logam oksida. Jika bereaksi dengan air dingin, dihasilkan logam hidroksida.
·   Kalsium, strontium, dan barium
Unsur-unsur ini dapat bereaksi dengan air dingin dengan pengadukan kuat menghasilkan logam hidroksida dan hidrogen. Strontium dan barium memiliki reaktivitas mirip dengan litium di Golongan I. Persamaan reaksi unsur-unsur ini adalah :
X + 2H2O → X(OH)2 + H2
Reaksi unsur-unsur golongan II dengan beberapa senyawa
a. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air
Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam Kalsium, Stronsium, Barium, dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut.
Ca(s) + 2H2O(l) → Ca(OH)2(aq) + H2(g)
b. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Oksigen
Dengan pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan oksigen. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam.Barium dapat membentuk senyawa peroksida (BaO2).
2Mg(s) + O2 (g) → 2MgO(s)
(s) + O2(g) (berlebihan) → BaO2(s)
Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2).
4Mg(s) + ½ O2(g) + N2 (g) → MgO(s) + Mg3N2(s)
Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH3.
Mg3N2(s) + 6H2O(l) → 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g)
c. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Nitrogen
Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan Alkali Tanah. Contoh :
3Mg(s) + N2(g) → Mg3N2(s)
d. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Halogen
Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida, kecuali Berilium. Oleh karena daya polarisasi ion Be2+ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-, maka BeCl2 berikatan kovalen. Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion. Contoh :
Ca(s) + Cl2(g) → CaCl2(s)
Logam hidroksida yang dihasilkan bersifat tidak larut air, tetapi kelarutannya meningkat ke bawah golongan. Kalsium hidroksida yang terbentuk sebagian besar berupa endapan putih (sebagian kecil larut). Untuk reaksi strontium akan dihasilkan endapan yang lebih sedikit, dan lebih sedikit lagi untuk reaksi barium, karena peningkatan kelarutan logam hidroksida tadi.
C. LOGAM ALKALI DAN ALKALI TANAH, SIFAT DAN KEGUNAANNYA

1.Logam Alkali
Golongan IA disebut juga logam alkali. Logam alkali melimpah dalam mineral dan terdapat di air laut.  Khususnya Na (natrium), di kerak bumi termasuk  logam terbanyak keempat setelah Al, Fe, dan Ca. Walaupun keberadaan ion natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, sejumlah usaha untuk mengisolasi logam ini dari larutan air garamnya gagal sebab kereaktifannya yang tinggi pada air. Akhirnya Na (natrium) dan juga Kalium (1807) bisa diisolasi dengan mengelektrolisis garam leleh KOH atau NaOH oleh H. Davy di abad ke-19. Kemudian  Li (litium) ditemukan sebagai unsur baru di tahun 1817, dan Davy segera setelah itu mengisolasinya dari Li2O dengan metode elektrolisis. Setelah itu pada tahun 1861, Rb (rubidium) dan Cs (cesium), ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi. Fr (fransium) ditemukan dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939, kelimpahan alaminya sangat rendah karena memiliki waktu paro 21 menit. Logam-logam ini juga bersifat sebagai reduktor dan mempunyai warna nyala yang indah sehingga dipakai sebagai kembang api.
Golongan 1 disebut juga logam alkali. Logam alkali melimpah dalam mineral dan di air laut. Khususnya, natrium (Na), dikerak bumi adalah keempat setelah Al, Fe dan Ca. Litium (Li) ditemukan sebagai unsure ellektrolisis. Rubidium dan crum Rb dan Cessium (Cs), ditemukan sebagai unsure baru dengan teknik spektroskopi tahun 1861. Fransium (Fr) ditemukan dengan menggunakan tehnik radio kimia tahun 1939.
Logam alkali juga aktif pada Oksigen atau halogen. Karena logam alkali reduktor yang kuat, karena keaktifannya yang tinggi pada halogen, walaupun biasanya sukar untuk melarutkan logam. Larutan logam alkali dalam amoniak bersifat konduktif dan paramagnetik. Larutan yang sangat kuat daya reduksi nya ini digunakan untuk reaksi reduksi, khususnya atau sintesis kompleks logam dan polihalida.
Logam alkali dan electron yang tersolvasi dalam ammonia, mempunyai persamaan ;
M + n NH3           M+ [e(NH3)n]
Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan Berkala berturut-turut disebut logam-logam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa.
Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi  (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur Golongan 1  dan 2 cenderung bLogam golongan 2 dari berilium Be, sampai radium, Ra, disebut juga logam-logam alkali tanah (Tabel 5.2). Berilium merupakan komponen beril atau emeral.
Emeral adalah mineral yang mengandung 2%, Cr, dalam beril, Be3Al2Si6O18.  Logam berilium bewarna putih keperakan dan digunakan dalam paduan khusus dan untuk jendela dalam tabung sinar-X, atau sebagai moderator dalam reaktor nuklir, dsb. Senyawa Be2+ mirip dengan senyawa Mg2+ atau Al3+. Karena berilium sangat beracun, berilium harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Magnesium, Mg, terutama diproduksi sebagai karbonat, sulfat, dan silikat, dan kelimpahannya di antara natrium dan kalsium. Magnesium diproduksi dengan elektrolisis garam leleh magnesium khlorida, MgCl2, atau reaksi dolomit, CaMg(CO3)2, dengan paduan ferosilikon FeSi. Logam magnesium bewarna putih keperakan dan permukaannya dioksidasi di udara. Pada suhu tinggi magnesium terbakar di udara dan bereaksi dengan nitrogen menghasilkan nitrida, Mg3N2. Logam magnesium terbakar dengan nyala yang sangat terang dan sampai saat ini masih digunakan sebagai lampu blitz.  Paduannya dengan aluminum bersifat ringan dan kuat dan digunakan sebagai bahan struktural dalam mobil dan pesawat. Mg2+ merupakan ion pusat dalam cincin porfirin dalam khlorofil, dan memainkan peran dalam fotosintesis. Reagen Grignard, RMgX, yang disintesis kimiawan Perancis F. A. V. Grignard tahun 1900, adalah senyawa organologam khas logam golongan utama dan digunakan dengan luas dalam Reaksi Grignard. Reagen yang penting ini dihadiahi Nobel (1912), dan sangat bermanfaat tidak hanya untuk reaksi organik tetapi juga untuk konversi halida logam menjadi senyawa organologam.
Kalsium ada dalam silikat, karbonat, sulfat, fosfat, fluorit, dsb. Kalsium bewarna putih keperakan, dan merupakan logam yang lunak diproduksi dengan elektrolisis garam kalsium khlorida, CaCl2 leleh.
Kapur tohor, CaO, diproduksi dengan kalsinasi batu pualam, CaCO3, pada 950-1100 oC.  Jumlah produksi kapur tohor menempati ranking kedua produksi bahan kimia anorganik setelah asam sulfat. Kalsium hidroksida, Ca(OH)2, juga disebut kapur mati. Kalsium karbonat adalah komponen utama pualam dan pualam digunakan dalam produksi semen. Gipsum adalah dihidrat kalsium sulfat CaSO4.2H2O dan didapatkan dalam jumlah besar sebagai produk samping desulfurisasi gas, dan digunakan sebagai bahan bangunan, dsb.
Walaupun kalsium tidak penting baik dalam larutan dalam air maupun dalam kimia organologam dalam pelarut organik, unsur ini memerankan peran kunci dalam organisme hidup. Tidak hanya sebagai bahan struktural tulang dan gigi, ion kalsium juga memiliki berbagai fungsi biologis, seperti transfer aksi hormon, kontraksi otot, komunikasi syaraf, stabilisasi protein, dan pembekuan darah.
Stronsium adalah logam lunak dengan warna putih keperakan. Permukaannya dioksidasi oleh udara pada suhu kamar, dan menjadi oksidanya, SrO, dan nitridanya, Sr3N2, pada suhu tinggi. Walaupun kerak bumi relatif tinggi kandungan stronsiumnya, unsur ini belum dipelajari dengan luas dan aplikasinya agak terbatas. Ada empat isotop Sr, dan 88Sr (82.58 %) adalah yang paling 90Sr didapat dengan murah dalam reaksi inti, isotop ini digunakan sebagai sumber partikel β, dan sebagai perunut radioaktif.  Namun, isotop ini, dan juga 137Cs, memiliki waktu paruh yang panjang (28.8 tahun) dan keduanya ada dalam sisa-sisa radioaktif yang menyertai uji ledakan nuklir.
Kimia barium, Ba, tidak luar biasa, tetapi BaSO4 digunakan sebagai media kontras untuk diagnostik sinar-X perut sebab senyawa ini tidak larut dalam asam khlorida. Ion Ba2+ sangat beracun dan larut dalam air yang mengandung ion ini harus ditangani dengan ekstra hati-hati.
Walaupun radium, Ra, ada dalam bijih uranium, kandungannya hanya 10-6 kali kandungan uranium. Tuan dan Nyonya Curie telah mengisolasi sejumlah kecil uranium khlorida dari bertonton pitblenda di tahun 1898. Unsur uranium diisolasi oleh  Curie melalui anamalgamnya. Walaupun radium memiliki nilai historis penting dalam radiokimia, kini radium tidak digunakan lagi sebagai sumber radiasi.
·   Sifat Fisis
Secara umum, logam alkali ditemukan dalam bentuk padat. Kecuali Cs (cesium) yang berbentuk cair jika suhu lingkungan pada saat pengukuran melebihi 28oC. Meskipun mereka adalah logam paling kuat, tetapi secara fisik mereka lunak bahkan bisa diiris menggunakan pisau. Hal ini karena mereka hanya memiliki satu elektron valensi pada kulit terluarnya. Sedangkan jumlah kulitnya makin bertambah dari atas ke bawah dalam tabel unsur periodik. Sehingga ikatan antar logamnya lemah.
·   Titik didih dan titik leleh
Titik didih adalah titik suhu perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dan titik leleh adalah titik suhu perubahan wujud dari padat ke cair. Dalam golongan IA, dari Li ke Cs kecenderungan titik didih dan titik lelehnya turun. Seperti terlihat pada tabel.
Sifat
Li
Na
K
Rb
Cs
Titik Didih (oC)
1347
883
774
688
678
Ttik Leleh (oC)
181
97,8
63,6
38,9
28,4
Dari penurunan titik didih dan titik leleh ini, bisa disimpulkan bahwa Cs memiliki titik didih dan titik leleh terendah dibandingkan logam lainnya karena ia memiliki ikatan logam paling lemah sehingga akan lebih mudah untuk melepas ikatan.
·         Sifat Kimia
§ Energi Ionisasi
Energi ionisasi pertama adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari satu mol atom dalam keadaan gas. Energi ionisasi dalam satu golongan berhubungan erat dengan jari-jari atom. Jari-jari atom pada golongan alkali dari Li ke Cs jari-jarinya semakin besar, sesuai dengan pertambahan jumlah kulitnya. Semakin banyak jumlah kulitnya, maka semakin besar jari-jari atomnya. Semakin besar jari-jari atom, maka daya tarik antara proton dan elektron terluarnya semakin kecil. Sehingga energi ionisasinya pun semakin kecil.
Pada logam alkali yang memiliki satu elektron valensi ia akan lebih mudah membentuk ion positif agar stabil dengan melepas satu elektron tersebut. Li menjadi Li+, Na menjadi Na+, K manjadi K+ dan yang lainnya.
Jari-jari ionnya mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan jari-jari atomnya, karena ion logam alkali membentuk ion positif. Ion positif mempunyai jumlah elektron yang lebih sedikit dibandingkan atomnya. Berkurangnya jumlah elektron menyebabkan daya tarik inti terhadap lintasan elektron yang paling luar menjadi lebih kuat sehingga lintasan elektron lebih tertarik ke arah inti.
§ Kereaktifan
Logam alkali sangat reaktif dibandingkan logam golongan lain. Selain disebabkan oleh jumlah elektron valensi yang hanya satu dan ukuran jari-jari atom yang besar, sifat ini juga disebabkan oleh harga energi ionisaisnya yang lebih kecil dibandingkan logam golongan lain. Dari Li sampai Cs harga energi ionisai semakin kecil sehingga logamnya semakin reaktif. Kereaktifan logam alkali dibuktikan dengan kemudahannya bereaksi dengan air, oksigen, unsur-unsur halogen, dan hidrogen.
Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan Berkala berturut-turut disebut logam-logam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa.
Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi  (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur Golongan 1  dan 2 cenderung bersifat ionik.
§ Sifat Logam Alkali
·   Logam Alkali sangat reaktif, karena itu harus disimpan dalam minyak.
·   Sifat yang umum dimiliki oleh logam alkali adalah sebagai konduktor panas yang baik, titik didih tinggi, permukaan berwarna abu-abu keperakan.
·   Atom logam alkali bereaksi dengan melepaskan 1 elektron membentuk ion bermuatan +1. Na → Na+ + 1 e-. Susunan elektron dari 2.8.1 o 2.8, yang merupakan konfigurasi elektron gas mulia.
Sifat lain  logam alkali, memiliki titik leleh rendah, densitas rendah, sangat lunak.
Kecenderungan golongan alkali dengan meningkatnya nomor atom adalah:
·   Titik leleh dan titik didih menurun
·   Unsur lebih reaktif
·   Ukuran Atom membesar (jari-jari makin besar)
·   Densitas meningkat proportional dengan meningkatnya massa atom.
·   Kekerasan menurun
·   Jika dipanaskan diatas nyala api memberikan warna yang spesifik. Litium – merah, natrium – kuning, Kalium – lila/ungu, Cesium – biru.
tabel_data_logam_alkali
2.Logam Alkali Tanah
Berilium      Kalsium     Stronsium    Barium     Magnesium
Dibandingkan dengan logam alkali pada periode yang sama :
·         Titik leleh dan titik didih lebih tinggi, lebih keras, lebih kuat dan lebih padat. Hal ini disebabkan karena terdapat dua delokalisas elektron per ion dalam kristal yang memberikan gaya elektronik lebih besar dengan muatan ion . M2+ yang lebih tinggi.
·         Sifat kimia sangat mirip misalnya dalam pembentukan senyawa ionik tetapi berbeda dalam rumus dan reaktivitas lebih rendah karena energi ionisasi (IE) pertama lebih tinggi dan terdapatnya energi ionisasi kedua membentuk ion M2+ yang stabil.
·         Bilangan oksidasi senyawa selalu +2 di dalam senyawa.
o    Dua elektron s terluar lepas. Sedangkan energi ionisasi ketiga sangat tinggi untuk membentu ion +3.
Golongan 2 yang stabil membentuk konfigurasi elektron gas mulia.
·         Contoh : ion kalsium, Ca2+, is 2,8,8 or 1s22s22p63s23p6 atau[Ar]
·         Pada umumnya makin ke bawah dalam satu golongan nomor atom cenderung makin meningkat.
·         Energi Ionisasi pertama atau kedua menurun
o Karena jari-jari atom makin besar akibat adanya ekstra kulit yang terisi. Elektron terluar sangat jauh dari inti sehinga tertarik lemah oleh inti sehingga lebih sedikit energi yang diperlukan untuk melepaskannya.
·         Potensial energi selalu meningkat dengan urutan . … ke 3 > 2 > 1, karena muatan inti yang sama menarik sedikit elektron yang rata-rata lebih dekat dengan inti. TETAPI dengan catatan IE ke 2 untuk golongan 1, IE ke 3 untuk golongan 2 menunjukkan menunjukkan peningkatan yang luar biasa dibandingkan IE sebelumnya.
·         Jari-jari Atom atau ionik meningkat:
o Disebabkan adanya kulit yang lebih banyak.
o Jari-jari golongan 2 lebih kecil dari pada golongan 1.karena tarikan elektron dengan jumlah kulit yang sama.
o Biasanya jari-jari ion holongan 2 M2+ lebih kecil dari pada golongan 1 M+ pada periode yang sama karena muatan inti meningkat.
·         Pada umumnya (tidak selalu) titik didih dan titik leleh menurun
o Disebabkan peningkatan jari-jari ion dan meningkatnya muatan.
·         Lebih reaktif karena makin ke bawah makin mudah membentuk ion.
·         Electronegativity cenderung menurun:
·         Pola rumus molekul:
o Rumus umum dapat ditulis  M2O atau rumus ionik (M+)2O2- dimana M adalah  Li sampai Fr atau Be sampai Ra.
1. Berilium
a. Pengertian
Berilium adalah unsur kimia yang mempunyai simbol Be dan nomor atom 4. Unsur ini beracun, bervalensi 2, berwarna abu-abu baja, kukuh, ringan tetapi mudah pecah. Berilium adalah logam alkali tanah, yang kegunaan utamanya adalah sebagai bahan penguat dalam aloy (khususnya, tembaga berilium).
b. Sifat-sifat
Berilium mempunyai titik lebur tertinggi di kalangan logam-logam ringan. Modulus kekenyalan berilium kurang lebih 1/3 lebih besar daripada besi baja. Berilium mempunyai konduktivitas panas yang sangat baik, tak magnetik dan tahan karat asam nitrat. Berilium juga mudah ditembus sinar-X, dan neutron dibebaskan apabila ia dihantam oleh partikel alfa, (seperti radium dan polonium [lebih kurang 30 neutron-neutron/juta partikel alfa]). Pada suhu dan tekanan ruang, berilium tak teroksidasi apabila terpapar udara (kemampuannya untuk menggores kaca kemungkinan disebabkan oleh pembentukan lapisan tipis oksidasi).
Logam ini berwarna seperti baja, keabu-abuan. Ia memiliki sifat yang sangat menarik. Sebagai salah satu logam yang sangat ringan, unsur ini memiliki salah satu titik cair yang tinggi di antara logam-logam ringan. Modulus elastisitasnya sekitar sepertiga lebih besar dibanding baja. Berilium memiliki konduktivitas kalor yang sangat bagus, non-magnetik, dan tahan serangan konsentrasi asam nitrat. Unsur ini juga memiliki sifat transparan (permeability) terhadap sinar X dan jika dibombardir oleh partikel-partikel alpha, seperti dari radium atau polonium, netron-netron terproduksi dalam jumlah sekitar 30 netron/sejuta partikel alpha.
c. Kegunaan
Berilium merupakan logam yang ringan dan keras. oleh karena itu, paduan tembaga dengan berilium digunakan untuk pegas dan klip berilium mempunyai penampang lintang dengan daya absorpsi yang kecil terhadap radiasi sehingga digunakan pada industri tenaga nuklir. berilium transparan terhadap sinar X sehingga digunakan dalam tabung sinar X.
Berilium juga digunakan sebagai alloying agent dalam produksi tembaga berilium, yang banyak digunakan untuk per, kontak listrik, elektroda las dan alat-alat lainnya yang didesain untuk tidak memancarkan percikan api. Logam ini digunakan sebagai bahan struktur untuk pesawat kecepatan tinggi, pesawat antariksa dan satelit komunikasi. Kegunaan lainnya termasuk kerangka windshield, brake discs, support beams dan komponen-komponen struktural untuk pesawat ulang-alik. Karena berilium relatif transparan terhadap sinar X, lapisan tipis logam ini digunakan di litografi sinar X untuk reproduksi microminiature integrated circuits. Pada suhu biasa, berilium tidak mudah teroksidasi di udara, walau kemampuannya menyayat kaca mungkin karena terbentuknya lapisan tipis oksida.
2. Magnesium
a. Pengertian
Magnesium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Mg dan nomor atom 12 serta berat atom 24,31. Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut “magnalium” atau “magnelium”.
b. Sifat
Magnesium merupakan logam yang ringan, putih keperak-perakan dan cukup kuat. Ia mudah ternoda di udara, dan magnesium yang terbelah-belah secara halus dapat dengan mudah terbakar di udara dan mengeluarkan lidah api putih yang menakjubkan.
Sifat sifat magnesium antara lain : logam ringan, berwarna putih keperak – perakan, mampu tempa, stabil di udara, massa atom relatif = 24,305, titik leleh = 649 oC,titik didih = 1090oC
c. Kegunaan
Magnesium digunakan untuk membuat paduan logam (alies) terutama paduan magnesium dengan aluminium. Aliase ini digunauntuk bahan konstruksi pesawat terbang dan mobil karena aliase ini kuat,ringan,tahankorosi,serta tahan asam dan basa.
Magnesium digunakan di fotografi, flares, pyrotechnics, termasuk incendiary bombs. Ia sepertiga lebih ringan dibanding aluminium dan dalam campuran logam digunakan sebagai bahan konstruksi pesawat dan missile. Logam ini memperbaiki karakter mekanik, fabrikasi dan las aluminium ketika digunakan sebagai alloying agent. Magnesium digunakan dalam memproduksi grafit dalam cast iron, dan digunakan sebagai bahan tambahan conventional propellants. Ia juga digunakan sebagai agen pereduksi dalam produksi uranium murni dan logam-logam lain dari garam-garamnya. Hidroksida (milk of magnesia), klorida, sulfat (Epsom salts) dan sitrat digunakan dalam kedokteran. Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan lapisan di tungku-tungku pe Sifat-sifat utama.
3. Kalsium
a. Sumber
Kalsium bersumber dari Dolomit (CaCO3.MgCO3), Aragonit, marbel,CaCO3 (batu kapur), Silikat, Apatit.
b. Sifat
Kalsium adalah unsur yang agak lembut, kelabu dan kelogamanan yang boleh disari melalui elektrolisis kalsium fluorida. Ia terbakar dengan nyalaan kuning-kemerahan dan membentuk salutan nitrida putih apabila terdedah kepada udara. Ia bertindak balas dengan air, menyesarkan hidrogen dan membentuk kalsium.
c. Kegunaan Kalsium dan senyawanya
Senyawa kalsium seperti kapur dan batu kapur banyak digunakan sebagai bahan bangunan, seperti pada semen yang dibuat dengan memanaskan campuran kapur, pasir, dan tanah liatuntuk membentuk kalsium silikat, kapur juga digunakan untuk membuat karbid. karbid digunakan untuk menghasilkan gas esetilena. Gas esetilena bermanfaat untuk mempercepat pematangan buah
4. Stronsium
a. Pengertian
Stronsium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sr dan nomor atom 38
Berwarna perak tetapi karena mudah teroksidasi warnanya agak kekuningan, lebih lunak dari kalsium, sangat reaktif dengan oksigen maupun dengan air, massa atom relative = 87,62, titik leleh = 769oC, titik didih = 1384oC.
Oleh sebab kereaktifan yang keterlaluan dengan oksigen dan air, unsur ini terjadi hanya semula jadinya dalam sebatian dengan unsur lain, sebagaimana dalam strontianit galian dan selestit.
Strontium lebih lembut berbanding kalsium bahkan lebih reaktif di dalam air dengan sentuhan serta-merta menghasilkan strontium hidroksida dan gas hidrogen. Ia membakar di dalam udara untuk menghasilkan strontium oksida and strontium nitrida tetapi sebelum itu ia tidak akan bertindak balas dengan nitrogen di bawah 380 °C dengan cuma membentuk oksida secara spontan pada suhu bilik. Ia hendaklah disimpan di bawah minyak tanah untuk menghalang pengoksidaan; logam strontium yang baru terdedah menjadi warna kekuningan dengan pantas dengan pembentukan oksida. Logam strontium yang dilumat halus akan menyala secara spontan dalam udara pada suhu bilik. Garam strontium yang mudah meruap memberikan warna merah lembayung untuk menyala dan garam ini digunakan dalam piroteknik dan penghasilan suar. Strontium asli adalah campuran empat isotop radiostabil.
c. Kegunaan
Stronsium biasanya digunakan sebagai bahan pembuat kembang api karena nyala merah terang.
 Sebagaimana logam strontium tulen yang digunakan dalam strontium 90%-aluminium 10% pancalogam dalam kandungan eutektik bagi pengubahsuaian silikon aluminium tuangan pancalogam.[2] Kegunaan utama sebatian strontium adalah di dalam kaca bagi tiub sinar katod televisyen warna bagi mencegah pengeluaran sinar X
5. Barium
a. Pengertian
Barium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ba dan nomor atom 56. Contoh kristal yang dihasilkan Barium antara lain Barium Sulfat(BaSO4) dan contoh basa yang mengandung Barium antara lain Barium Hidroksida (Ba(OH)2).
b. Sifat
Barium merupakan unsur metalik, lunak, dan barium murni bewarna perak keputih-putihan seperti timbal. Ia masuk golongan grup alkali dan mirip kalsium secara kimia. Logam ini teroksida dengan mudah dan harus disimpan dalam bensin atau bahan cair lainnya yang tidak mengandung oksigen. Barium terdekomposisi oleh air atau alkohol.
c. Kegunaan
Logam ini digunakan sebagai “getter” dalam tabung vakum. Senyawa-senyawa yang penting adalah peroksida, klorida, sulfat, nitrat dan klorat. Lithopone, pigmen yang mengandung barium sulfat dan seng sulfida memiliki sifat penutup yang kuat dan tidak menjadi gelap atau hitam oleh sulfida. Barium sulfat digunakan dalam cat, diagnostik sinar x-ray dan dalam pembuatan kaca. Barite sering digunakan sebagai agen pemberat dalam fluida pengebor sumur minyak dan digunakan dalam pembuatan karet. Barium karbonat digunakan dalam racun tikus. Sedangkan nitrat dan klorat memberikan warna pada pertunjukan kembang api. Semua senyawa barium yang larut dalam air atau asam sangat berbahaya. Barium yang muncul secara alami merupakan campuran tujuh isotop. Dua puluh dua isotop radioaktif barium lainnya telah ditemukan.
6. Radium
a. Pengertian
Radium adalah golongan IA
b. Sifat
Radium diproduksi secara komersil sebagai bromida dan klorida. Sangat jarang unsur ini tersendiri tersedia dalam jumlah banyak. Logam murni unsur ini berwarna putih menyala ketika baru saja dipersiapkan, tetapi menjadi hitam jika diekspos ke udara. Kemungkinan besar karena formasi nitrida. Elemen ini terdekomposisi di dalam air dan lebih reaktif ketimbang barium. Radium memberikan warna merah menyala pada lidah api. Unsur ini memancarkan sinar alpha, beta, dan gamma dan jika dicampur dengan berilium akan memproduksi netron. Satu gram 226Ra mengalami disintegrasi 3.7 x 1010 per detik. Unit disintegrasi unsur curie didefinisikan dari 1 gram 226Ra tersebut. Ada 25 isotop radium yang diketahui. Isotop 226Ra adalah isotop yang banyak ditemukan dan memiliki paruh waktu1600 tahun.
c. Kegunaan
Radium juga digunakan dalam memproduksi cat yang menyala dengan sendirinya, sumber netron dan dalam kedokteran. Dalam dunia kedokteran, radium digunakan dalam terapi kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Beberapa isotop yang baru saja ditemukan seperti 60Co juga digunakan menggantikan radium dalam aplikasi-aplikasi tersebut. Beberapa sumber ini sangat kuat dan yang lainnya sangat aman digunakan. Radium kehilangan sekitar 1% dari aktifitasnya dalam 25 tahun, karena tertransformasikan menjadi unsur-unsur yang lebih ringan.
D. Reaksi pengendapan senyawa- senyawa
1. Reaksi pengendapan senyawa Kalsium, stroemsium dan barium
a. Kalsium
Kalsium, dikombinasikan dengan fosfat untuk membentuk hydroxylapatite, adalah bagian mineral tulang manusia dan hewan dan gigi. Bagian mineral beberapa karang juga dapat diubah menjadi hydroxylapatite.
Kalsium hidroksida (kapur mati) digunakan di kilang kimia banyak proses dan dibuat oleh pemanasan batu kapur pada suhu tinggi (di atas 825 ° C) dan kemudian menambahkan air dengan hati-hati untuk itu. Ketika kapur dicampur dengan pasir, itu mengeras menjadi mortir dan berubah menjadi gips oleh serapan karbon dioksida. Dicampur dengan senyawa lainnya, bentuk kapur merupakan bagian penting dari semen Portland. Kalsium karbonat (CaCO 3) adalah salah satu senyawa umum kalsium. Hal ini dipanaskan untuk membentuk kapur (CaO), yang kemudian ditambahkan ke dalam air (H 2 O). Ini bentuk material lain yang dikenal sebagai kapur mati (Ca (OH) 2), yang merupakan bahan dasar murah digunakan di industri kimia. Kapur, marmer, dan kapur adalah segala bentuk kalsium karbonat.
Ketika air merembes melalui kapur atau batuan karbonat larut, itu sebagian melarutkan batu dan menyebabkan pembentukan gua dan karakteristik stalaktit dan stalagmit dan juga bentuk air keras. Lain senyawa kalsium penting adalah kalsium nitrat, sulfida kalsium, kalsium klorida, kalsium karbida, sianamida kalsium dan kalsium hipoklorit.
Sebuah senyawa kalsium dalam beberapa bilangan oksidasi +1 juga telah diselidiki baru-baru ini. Yang terbaik dipelajari dari proses ini adalah fraksinasi tergantung massa isotop kalsium yang menyertai pengendapan mineral kalsium, seperti kalsit, aragonit dan apatit, dari solusi. Isotopically kalsium cahaya adalah preferentially dimasukkan ke dalam mineral, meninggalkan solusi dari yang mineral diendapkan diperkaya dengan kalsium isotopically berat.
Pada suhu kamar besarnya fraksinasi ini adalah sekitar 0,25 ‰ (0,025%) per unit massa atom (AMU). -Tergantung perbedaan misa dalam komposisi isotop kalsium konvensional disajikan rasio dari dua isotop (biasanya 44 Ca / 40 Ca) dalam sampel dibandingkan dengan rasio yang sama dalam bahan rujukan standar. 44 Ca / 40 Ca bervariasi sekitar 1% di antara umum bahan bumi.
Kalsium isotop fraksinasi selama pembentukan mineral telah menyebabkan beberapa aplikasi isotop kalsium. Secara khusus, pengamatan 1997 oleh Skulan dan DePaolo bahwa mineral kalsium isotopically lebih ringan daripada solusi dari mana mineral presipitat adalah dasar dari aplikasi analog dalam bidang kedokteran dan di paleooceanography.
Pada hewan dengan kerangka mineral dengan komposisi kalsium kalsium isotop dari jaringan lunak mencerminkan tingkat relatif dari pembentukan dan pembubaran mineral tulang. Dalam perubahan manusia dalam komposisi isotop kalsium urin telah terbukti berkaitan dengan perubahan dalam keseimbangan mineral tulang. Ketika laju pembentukan tulang melebihi kecepatan resorpsi tulang, jaringan lunak 44 Ca / 40 naik Ca. Jaringan lunak 44 Ca / 40 Ca turun ketika resorpsi tulang melebihi formasi tulang. Karena hubungan ini, kalsium pengukuran isotop air seni atau darah mungkin berguna dalam deteksi dini penyakit tulang metabolik seperti osteoporosis.
Sebuah sistem yang sama ada di lautan, di mana air laut 44 Ca / 40 Ca cenderung naik bila laju pencabutan Ca 2 + dari air laut dengan presipitasi mineral melebihi masukan kalsium baru ke dalam laut, dan turun bila input melebihi kalsium presipitasi mineral . Oleh karena itu, naik 44 Ca / 40 Ca sesuai untuk jatuh air laut Ca 2 + konsentrasi, dan jatuh 44 Ca / 40 Ca sesuai dengan naik air laut Ca 2 + konsentrasi. Pada tahun 1997 Skulan dan DePaolo mempresentasikan bukti pertama dari perubahan dalam air laut 44 Ca / 40 Ca dari waktu ke waktu geologi, bersama dengan penjelasan teoritis perubahan ini.
Lebih baru-baru ini telah menegaskan makalah observasi ini, menunjukkan bahwa air laut Ca 2 + konsentrasi tidak konstan, dan bahwa laut mungkin tidak pernah berada dalam “steady state” sehubungan dengan masukan kalsium dan output. Ini memiliki implikasi iklim penting, karena siklus kalsium laut terkait erat dengan siklus karbon.
b. Stroensium
Stronsium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sr dan nomor atom 38. Sebagai salah satu anggota dari golongan logam alkali tanah, stronsium adalah unsur perak-putih atau kuning metalik yang sangat reaktif. Logam ini berubah warna menjadi kuning ketika berbaur dengan udara dan terjadi pada celestite dan strontianite. 90Sr di sajikan pada daftar golongan radioaktif dan mempunyai waktu paruh selama 2890 tahun.
Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Strontianit . Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.
c. Barium
·   Metode Elektrolisis
Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi :
Katode : Ba2+ +2e- à Ba
Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e-
·   Metode Reduksi
Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi :
6BaO + 2Al à 3Ba + Ba3Al2O6.
 d. kalsium, strontium, dan barium
Unsur-unsur ini dapat bereaksi dengan air dingin dengan pengadukan kuat menghasilkan logam hidroksida dan hidrogen. Strontium dan barium memiliki reaktivitas mirip dengan litium di Golongan I. Persamaan reaksi unsur-unsur ini adalah :
X + 2H2O → X(OH)2 + H2
Logam hidroksida yang dihasilkan bersifat tidak larut air, tetapi kelarutannya meningkat ke bawah golongan. Kalsium hidroksida yang terbentuk sebagian besar berupa endapan putih (sebagian kecil larut). Untuk reaksi strontium akan dihasilkan endapan yang lebih sedikit, dan lebih sedikit lagi untuk reaksi barium, karena peningkatan kelarutan logam hidroksida tadi.
 2. kesadahan air
Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+. Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil .
Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun, dimana sabun ini diiendapkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+sebutkan diatas. Karena penyebab dominan/utama kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+, khususnya Ca2+, maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai sifat/karakteristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca2+ dan Mg2+, yang dinyatakan sebagai CaCO3.
Kesadahan ada dua jenis, yaitu :
Kesadahan sementara
Kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam bikarbonat, seperti Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2. Kesadahan sementara ini dapat/mudah dieliminir dengan pemanasan (pendidihan), sehingga terbentuk endapan CaCO3 atau MgCO3. Reaksinya:
Ca(HCO3)2 -dipanaskan–> CO2 (gas) + H2O (cair) + CaCO3 (endapan)
Mg(HCO3)2 -dipanaskan–> CO2 (gas) + H2O (cair) + MgCO3 (endapan)
® Jika mengandung ion bikarbonat (HCO3-)
Senyawa Ca(HCO3)2 atau Mg(HCO3)2
® Dapat dihilangkan secara fisika dengan pemanasan sehingga air terbebas dari ion Ca2+ atau Mg2+
Ca(HCO3)2 (aq) dipanaskan CaCO3 (s) + H2O (aq) + CO2 (q)
Kesadahan tetap
® Jika mengandung anion bikarbonat
(dari kation Ca2+ atau Mg2+ ), berupa : Cl-, NO3-, dan SO42-
® Dapat dihilangkan melalui reaksi kimia dan pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu : Na2CO3 (aq)
Atau K2CO3 (aq)
Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) ® MgCO3 (s) + 2KNO3 (aq)
Kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam klorida, sulfat dan karbonat, misal CaSO4, MgSO4, CaCl2, MgCl2. Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda – kapur (terdiri dari larutan natrium karbonat dan magnesium hidroksida) sehingga terbentuk endapan kalium karbonat (padatan/endapan) dan magnesium hidroksida (padatan/endapan) dalam air.
Karena Kation “Logam multivalen dapat bereaksi dengan sabun membentuk suatu endapan sehingga mengurangi kemampuan sabun. Dan kation ” tersebut dengan adanya anion” yang terlarut dalam air akan menyebabkan terjadinya kerak.
Pasangan Kation “Penyebab kesadahan & Anion” Utama
Kation Penyebab Kesadahan
Anion
Ca2+
Mg2+
Sr2+
Fe2+
Mn2+
HCO3-
SO4 2-
Cl-
NO3-
SiO3 2-
Ciri-ciri air sadah :
- Sabun sukar berbusa
-Terjadinya pembentukan kerak pada ketelkap dan pipa uap pada saat menguapkan air
Reaksinya:
CaCl2 + Na2CO3 –> CaCO3 (padatan/endapan) + 2 NaCl (larut)
CaSO4 + Na2CO3 –> CaCO3 (padatan/endapan) + Na2SO4 (larut)
MgCl2 + Ca(OH)2 –> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaCl2 (larut)
MgSO4 + Ca(OH)2 –> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaSO4 (larut)

Satuan ukuran kesadahan ada 3, yaitu :
1.Derajat Jerman, dilambangkan dengan °D
2.Derajat Inggris, dilambangkan dengan °E
3.Derajat Perancis, dilambangkan dengan °F
Dari ketiganya yang sering digunakan adalah derajat jerman, dimana 1 °D setara dengan 10 mg CaO per liter. Artinya jika suatu air memiliki kesadahan 1 °D maka didalam air tersebut mengandung 10 mg CaO dalam setiap liternya (Paranita, 2009).
Penentuan Ca dan Mg dalam air sudah dilakukan dengan titrasi EDTA. pH untuk titrasi adalah 10 dengan indikator eriochrom black T. Pada pH lebih tinggi, 12, Mg(OH)2 akan mengendap, sehingga EDTA dapat dikonsumsi hanya oleh Ca2+ dengan indikator murexide. Adanya penggangguan Cu bebas dari pipa–pipa saluran air dapat dimasking dengan H2S. EBT yang dihaluskan bersama NaCl padat kadang kala juga digunakan sebagai indikator untuk penentuan Ca ataupun hidroksinaftol. Seharusnya Ca tidak ikut terkopresipitasi dengan Mg, oleh karena itu EDTA direkomendasikan. Bagaimana juga indikator Patton-Reeder terbaik untuk penentuan kalsium dalam air sudah dibandingkan dengan indikator lain (Firdaus, 2009).
Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan ion-ion kompleks ataupun pembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya kompleks demikian adalah tingkat kelarutan tinggi. Selain titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Gugus yang terikat pada ion pusat, disebut ligan, dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh persamaan :
M(H2O)n + L = M(H2O)(n-1) L + H2O (Khopkar, 2002).
Persyaratan mendasar dalam titrasi kompleksometri ialah terbentuknya kompleks molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan adalah kelarutan tingkat tinggi, seperti kompleks logam dengan EDTA. Demikian juga titrasi dengan merkuro nitrat dan perak sianida juga dikenal sebagai titrasi kompleksometri (Khopkar, 2002).
Kesadahan sementara dapat dihilangkan dengan mendidihkan air karena ion Ca2+ dan Mg2+ akan diendapkan sebagai CaCO3 atau MgCO3. Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan cara:
a.Menambahkan Na2CO3
Natrium karbonat Na2CO3 dapat menghilangkan kesadahan sementara dan kesadahan tetap karena ion-ion Ca2+ dan Mg2+ akan diendapkan sebagai CaCO3 dan MgCO3. Misalnya, air sadah tetap yang mengandung garam CaCl2, maka ion Ca2+ dari CaCl2 dapat diendapkan dengan menambahkan Na2CO3. CaCO3(s) + 2NaCl(aq) CaCl2(aq) + Na2CO3(aq).
b.Dengan Resin Penukar Ion
Dalam proses penukaran ion, air sadah tetap dilewatkan melalui material seperti zeolit (natrium aluminium silikat) yang akan mengambil ion Ca2+ dan Mg2+ menggantikan ion Na+. Dengan demikian, diperoleh air lunak karena sudah tidak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+.
 Penggunaan air sadah menimbulkan beberapa kerugian antara lain sebagai berikut :
a.Cucian menjadi kurang bersih karena air sadah menggumpalkan sabun, sehingga menjadi boros sabun.
b.Sabun yang menggumpal menjadi scum yang meninggalkan noda pada pakaian akibatnya pakaian menjadi kusam.
c.Menimbulkan kerak pada ketel, pipa air, dan pipa radiator sehingga mengakibatkan boros bahan bakar karena keraknya tidak menghantarkan panas dengan baik dan dapat menyumbat pipa air.
3. Pembuatan dan kegunaan senyawa Alkali Tanah
Senyawa logam alkali tanah dengan beberapa aplikasinya dalam industri dan rumah tangga dipaparkan dalam Tabel berikut
Manfaat Senyawa Logam Alkali Tanah
Mineral kalsium karbonat dan kulit kerang adalah sumberkomersial sangat murah dan melimpah di alam. Jika dipanaskan hingga 900°C, karbonat terurai melepaskan karbon dioksida dan menghasilkan kalsium oksida, yang secara komersial dikenal sebagai kapur tohor. Kapur tohor digunakan pada pembuatan baja. Penambahan zat tersebut ke dalam lelehan besi yang mengandung silikat akan bereaksi dengan silikat membentuk ampas yang mengapung pada permukaan lelehan besi. Reaksinya tergolong asam-basa Lewis:
oksida basa oksida asam ampas kalsium silikat
Kalsium hidroksida, Ca(OH)2 digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan kertas, dan untuk membuat gigi buatan bersama-sama senyawa fluorin. Senyawa CaO dan Ca(OH)2 digunakan untuk melunakkan air sadah. Jika air sadah yang mengandung Ca(HCO3)2 diolah dengan Ca(OH)2, semua ion kalsium diendapkan sebagai kalsium karbonat. Ca2+(aq) + 2HCO3(aq) + Ca(OH)2(aq) ⎯⎯→2CaCO3(s)+ 2H2O(􀁁) Senyawa MgCO3 jika dipanaskan di atas 1.400°C, akan menjadi MgO yang bersifat agak inert. MgO digunakan untuk membuat bata tahan api (tungku pirolisis). Jika MgO dibuat pada suhu lebih sekitar 700°C, akan diperoleh serbuk oksida yang larut dalam asam dan digunakan sebagai aditif makanan hewan, merupakan sumber ion Mg2+ dalam nutrien. Senyawa penting dari barium adalah BaSO4. Senyawa ini digunakan pada penggilingan minyak dalam bentuk bubur, berfungsi sebagai perekat gurdi penggilingan. BaSO4 juga tidak dapat di tembus sinar-X sehingga senyawa ini digunakan untuk diagnosa sinar-X
Fotografi sinar-X pada usus manusia menggunakan senyawa BaSO4
Senyawa barium yang larut dalam air tidak dapat digunakan sebab bersifat racun, tetapi suspensi BaSO4 yang terdapat sebagai ion barium, racunnya dapat diabaikan.
Daftar Kelarutan Senyawa Alkali Tanah di Dalam Air
4. Pembuatan Dan kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah
Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida. Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Air laut mengandung sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. Rumah tiram yang banyak terdapat di laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. Pembuatan logam magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia seperti ditunjukkan pada gambar berikut

Pembuatan logam magnesium dari
air laut
Jika rumah tiram dipanaskan, CaCO3 terurai membentuk oksida:
⎯→CaO(s) + CO2(g)ÄCaCO3(s)⎯
Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya:
Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq) Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O(􀁁)⎯⎯→
Selanjutnya, Mg(OH)2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida.
MgCl2(aq) + 2H2O(􀁁) Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) ⎯⎯→
Setelah kering, garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis:
Mg(􀁁) + Cl2(g) °MgCl2(􀁁) ⎯E⎯lek⎯troli⎯sis 1⎯.700⎯
Kulit kerang/tiram merupakan sumber kalsium.
Magnesium dapat juga diperoleh dari penguraian magnesit dan dolomit membentuk MgO. Kemudian, direduksi dengan ferosilikon (paduan besi dan silikon). Logam magnesium banyak digunakan sebagai paduan dengan aluminium, bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan terhadap korosi. Oleh karena massa jenis paduan Mg–Al ringan maka paduan tersebut sering digunakan untuk membuat kerangka pesawat terbang atau beberapa bagian kendaraan. Sejumlah kecil magnesium digunakan sebagai reduktor untuk membuat logam lain, seperti berilium dan uranium. Lampu blitz pada kamera analog menggunakan kawat magnesium berisi gas oksigen menghasilkan kilat cahaya putih ketika logam tersebut terbakar.
2MgO(s) + Cahaya 2Mg(s) + O2(g) ⎯⎯→
Kalsium dibuat melalui elektrolisis lelehan CaCl2, juga dapat dibuat melalui reduksi CaO oleh aluminium dalam udara vakum. Kalsium yang dihasilkan dalam bentuk uap sehingga dapat dipisahkan.
⎯→3Ca(g) + Al2O3(s) °3CaO(s) + 2Al(􀁁) ⎯1⎯.200⎯
Jika logam kalsium dipadukan dengan timbel akan menghasilkan paduan yang cukup keras, digunakan sebagai elektrode pada accu. Elektrode ini tahan terhadap elektrolisis air selama proses isi-ulang, sehingga accu dapat diperbarui. Kalsium juga digunakan sebagai zat pereduksi dalam pembuatan beberapa logam yang kurang umum, seperti thorium.
⎯→Th(s) + 2CaO(s) °ThO2(s) + 2Ca(􀁁)⎯1⎯.000⎯
Berilium diperoleh dari elektrolisis berilium klorida, BeCl2. Natrium klorida ditambahkan untuk meningkatkan daya hantar listrik lelehan BeCl2. Selain itu, berilium juga dapat dibuat melalui reduksi garam fluoridanya oleh logam magnesium.
⎯C→MgF2(􀁁) + Be(s)°BeF2(􀁁) + Mg(􀁁)⎯9⎯50
Berilium merupakan logam mahal. Ini disebabkan manfaatnya tinggi. Jika sejumlah kecil tembaga ditambahkan ke dalam berilium, akan menghasilkan paduan yang kerasnya sama dengan baja. Adapun, barium dihasilkan melalui reduksi oksidanya oleh aluminium. Walaupun stronsium sangat sedikit digunakan secara komersial, stronsium dapat diproduksi melalui proses yang serupa.




























BAB II
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Unsur-unsur logam IA (alkali) berjumlah 6 unsur, yaitu Li, Na, K, Rb, Cs, Fr. Unsur- unsur tersebut memiliki electron terluar sebanyak 1 elektron termasuk golongan IIA(alkali tanah).
Unsur-unsur logam yang termasuk golongan IIA (alkali tanah) berjumlah 6 unsur yaitu Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra. Unsur-unsur tersebut memiliki electron terluar sebanyak 2 elektron dan termasuk blok s.
Kereaktifan logam alkali dan alkali tanah di pengaruhi oleh jari-jari atom dan energi ionisasinya. “Semakin besar jari-jari atom, kekuatan ikatan akan semakin lemah sehingga energy ionisasinya semakin kecil”. Dan “ semakin kecil energy ionisasi, akan semakin mudah melepaskan electron sehingga semakin mudah mengalami reaksi”.
B.     Saran
Dengan selesainya makalah ini seharusnya unsur-unsur kimia khususnya alkali dan alkali tanah di gunakan sebaik-baiknya.





























.