Cerita ini
hanya sebatas curahan hati penulis yang lagi galau karena ditipu oleh seseorang
yang berkedok Rektor Untad.
Malam itu,
18 Desember 2014, entah angin apa yang datang. Tiba-tiba handphoneku berdering,
dan kucoba meraihnya dari saku celanaku. Saat saya angkat katanya dia Rektor
Universitas Tadulako. Oh, ya? Seorang Rektor telepon langsung ke nomor
saya untuk yang pertama kalinya. Wah,
speechless banget! Kok bisa yah, saya ditelepon orang nomor satunya untad. Saya
semakin nge-fly. Katanya si Rektor, Dia sudah instruksikan ke Warek bima untuk
memberi kabar ke saya siang harinya. Saya masih ingat percakapannya. Kurang
lebih seperti ini.
“ Halo,
Assalamualaikum, selamat malam, maaf dengan siapa?” tanyaku sopan
“
Waalaikumussalam, ini dengan muhamad basir nak”Jawabnya akrab.
“Maaf, basir
siapa ya pak?” tanyaku lagi.
“Saya rektor
Untad nak, ini rukmana? Sudah dapat sms dari warek bima, pak Asmadi nak? Tanyanya
“ Bukan pak,
saya bahrul. Saya gak pernah dapat sms sama sekali dari warek hari ini”
jelasku.
‘ begini nak
badrul, saya mau minta tolong sama nak badrul agar bersedia untuk mengikuti
seminar nasional kewirausahaaan mahasiswa dan sekaligus pemberian dana bantuan
wirausaha mahasiswadari dikti di jakarta. Kegiatannya akan berlangsung tanggal
22 sampai 23,. Hari senin hingga selasa. Apakah nak badrul ada waktu? Jelasnya
padat
“Mikir
sejenak. Kebetulan akhir desember saya ada penelitian ke surabaya utusan dari
pemkot Palu, tepatnya tanggal 25 Desember “ Iyya, Insha allah siap pak!” saya
iyyakan saja.
‘ Nak,
badrul, ini ada travellers cheque dari diktiuntuk biaya akomodasinya sebesar 5
juta. Nak badrul, tolong kirimkan nomor rekeningnya nak badrul untuk
mempermudah pencairannya. Uangnya harus dicairkan sekarangkarena pembicaraan
kita direkam dan didengarkan langsung oleh bendahara dikti. Nak badrul, jangan
matikan teleponnya ya. Saya sangat berharap dengan nak badrul karena ini sudah
malam, Ini demi nama baik civitas kita. Saya mohon kerja sama nak badrul.
“ O Ya Pak”
Karena saya merasa punya tanggung jawab sebagai warga kampus Universitas
Tadulako. Saya mengiyakan dengan Bodoh.
Bersambung......
0 komentar:
Posting Komentar