Kamis, 18 Desember 2014

Ngebet Pengen Ke Jakarta


Udah setahun setengah kuliah di kampus ini, tapi kok kayakya aku masih ke kurung yah ? Hidup tuh sebatas Asrama dan kampus. Jadi iri dengan mereka yang udah pernah ikut lomba, konferensi, pelatihan dan apalah namanya di luar kota. Hati ini selalu ingin seperti mereka. Tentunya orang yang kayak gitu punya wawasan yang lebih, aku yakin dengan itu.  Kenapa ? Tidak mungkin mereka bisa mewakili kampus atau provinsi ini kalo gak punya nilai lebih. Karena kata nilai lebih ini, aku berusaha nyari hal tersebut dari diri aku sendiri.
Mikir-mikir dan mikir. I always do that in my spare time. Eh, dengar kabar kalo ada senior aku yang ikut conference di luar negeri dan jadi best presenter pula. akh, aku semakin iri. Kapan yah saya bisa seperti mereka ? Kayaknya saku kebanyakan mikir deh. saya mencoba sebuah act dengan bergabung dengan teman-temanku di salah satu organisasi eksternal kampus yang notabene banyak melakukan aksi sosial di bidang pendidikan dan suit dengan major yang aku ambil " Pendidikan Bahasa Inggris ". aku  mulai gabung dan menyenangi kegiatan di dalamnya. Salah satu yang paling menarik adalah program kursus bahasa inggris gratis bagi siswa Sekolah Dasar yang kurang mampu.
Sudah ada aksi nyata nih. Aku udah enjoy dengan itu semua. sampe aku lupa, kalo aku ngebet banget pengen liat ibukota. Yah, maklumlah anak kampung. Hari demi hari udah aku lakoni hingga masa project hampir habis. Ditengah-tengah persiapan penamatan peserta didik, ada senior ngajakin aku gabung jadi member organizer salah satu kegiatan komunitas kampus, yang bertajuk Workshop of Writing 2014. tentu dengan membaca gabungan kata ini, terpikirkan kata Nulis. Aku gak begitu tertarik dengan menulis, tapi aku terima tawaran itu. ya, secara aku diajak untuk jadi pembawa acara, jadi aku terima aja deh. Gak cuma jadi pemandu acara saja, tapi aku juga masuk di tim penyeleksi peserta. Ini yang bikin beda kegitan ini dengan kegitan lain yang pernah ada di kampusku. seleksinya online dan mengharuskan mengisi motivation letter. Yah, aku ikut-ikut saja, dan akhirnya di tempat kegiatan aku liat pesertanya seerti orang cerdas semua dan punya kemauan nulis tinggi, bahkan mereka udah sering meloloskan tulisannya ke media cetak kampus, lokal dan ikut lomba nasional. Wah, aku makin minder nih. Aku sebagai pembawa acara tentunya gak boleh kalah dengan mereka. Aku wajib searching materi yang akan dibawakan oleh pemateri sebelum mereka tampil dan mendengarakan seksama apa yang pemateri paparkan. Aku harus sedikit lebih tau dari mereka, meski sebenarnya aku poor banget dalam kepenulisan. Udah ikut workshopnya, ternyata ada trik tersendiri dalam meloloskan diri ke ajang nasional. ya itu dia, harus bisa nulis. Nulis apa? esai, abstrak dan atau motivation letter. Worksho ini benar-benar spektakuler. Kemasannya unik, menarik dan berbeda dengan workshop yang pernah aku ikuti sebelumnya yang dominan membosankan.
Udah 4 bulan lebih setelah aku ikut workshop itu, aku apply salah satu beasiswa swasta dari salah satu kartu perdana. Aku merupakan salah satu peserta yang lolos dari 3 mahasiswa Universitasku yang terpilih. Padahal banyak teman yang aku daftarkan tapi mereka gak meaju ke tahap beriktnya. ini rejeki saya. saya sadar kalo ini adalah buah yang saya panen karena WoW.

0 komentar:

Posting Komentar